RSS

Semiotika

Dosen: Bpk. Kurnia Setiawan, S.Sn, M.Hum
Tanggal: Rabu, 2 Maret 2011


Pengertian Semiotik
Semiotika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani "semeion" yang artinya tanda atau "seme" yang artinya penafsir tanda. Sehingga semiotika artinya ilmu yang mempelajari tentang sistem tanda. Tanda dapat ditemukan dimana-mana seperti bahasa, lukisan, bangunan, dll. 


Tokoh-tokoh Semiotik
1. Plato (427-347 SM)
Perintis awal semiotika adalah Plato. Menurut Plato, ada perbedaan mendasar antara tanda alami (natural) dan tanda yang disepakati (konvensional) di antara masyarakat tertentu. Contoh: warna merah pada rambu lalu lintas disepakati menjadi tanda untuk berhenti ketika di jalan (tanda yang disepakati) sedangkan awan yang terlihat gelap merupakan tanda akan hujan (tanda alami). 
2. Aristoteles (384-322 SM)
Menurut Aristoteles, semiotik adalah tanda-tanda yang ditulis berupa lambang dari apa yang diucapkan, bunyi yang diucapkan yang merupakan tanda & lambang dari gambaran atau impresi mental. Gambaran atau impresi mental adalah kemiripan dari objek yang sebenarnya dan gambaran mental tentang kejadian atau objek yang sama bagi semua manusia.
3. St. Agustinus (364-430)
Mengembangkan teori tentang signa data (tanda konvensional). Ia mempelajari hubungan antara tanda fisik dan tanda mental. Tanda fisik misalnya pensil, buku, jam, dll. Tanda mental misalnya pemabuk, pembunuh, dll. 
4. William of Ockham, OFM (1285 – 1349) mempertajam studi tanda. Tanda dikategorikan berdasarkan sifatnya. Apakah ia di alam mental dan bersifat pribadi ataukah diucapkan atau ditulis untuk publik.
5. John Locke (1632–1740) melihat eksplorasi tentang tanda akan mengarah pada terbentuknya basis logika baru. Hal ini tertuang dalam karyanya “An Essay Concerning Human Understanding (1690)”

Semiotika modern mempunyai dua orang pelopor, yaitu Ferdinand de Saussure (1857-1913) dari Swiss dan Charles Sanders Peirce (1839-1914) dari Amerika Serikat. Peirce mengusulkan kata semiotika untuk bidang penelaahan ini, sedangkan Saussure memakai kata semiologi. Namun istilah semiotika lebih populer dibandingkan semiologi sehingga para penganut Saussure pun banyak yang menggunakannya. 

Charles Sanders Peirce (1839-1914)
Seorang berkebangsaan Amerika Serikat, Peirce mengembangkan filsafat pragmatisme melalui kajian semiotik. Ia mengembangkan Teori tanda yang dibentuk oleh tiga sisi:
1.Representamen (tanda)
2.Objek (sesuatu yang dirujuk oleh tanda)
3.Interpretant (efek yang ditimbulkan; hasil), ada 3 yaitu immediate interpretant (makna pertama), dynamic interpretant (makna dinamis), final interpretant (makna akhir).





Level representamen:
* Qualisign
Awalan kata quali- berasal dari kata "quality". Qualisign merupakan tanda berdasarkan sifatnya. Misalnya sifat warna merah dapat dipakai tanda untuk menunjukkan cinta, bahaya, atau larangan. 
* Sinsign
Awalan kata sin- berasal dari kata "singular". Sinsign adalah tanda-tanda yang menjadi tanda berdasarkan bentuk atau rupanya di dalam kenyataan. Semua ucapan yang bersifat individual bisa merupakan sinsign. Misalnya suatu jeritan dapat berarti heran, senang, atau kesakitan. Seseorang dapat dikenali dari caranya berjalan, caranya tertawa, nada suara dan caranya berdehem. Kesemuanya itu adalah sinsign. Setiap sinsign mengandung sifat sehingga juga mengandung qualisign. 
* Legisign
Awalan legi- berasal dari kata "lex". Legisign merupakan tanda berdasarkan suatu peraturan yang berlaku umum, suatu konvensi, suatu kode. Semua tanda-tanda bahasa adalah legisign, sebab bahasa adalah kode, setiap legisign mengandung di dalamnya suatu sinsign.

Level objek:
* Ikon
 Hubungan antara tanda dan acuannya dapat berupa hubungan kemiripan, tanda itu disebut ikon. 
* Indeks
Hubungan ini dapat timbul karena ada kedekatan eksistensi. Tanda itu disebut indeks.
* Simbol
Akhirnya hubungan ini dapat pula berbentuk secara konvensional. Tanda itu adalah simbol.


Level interpretant:
* Rheme 
Bilamana lambang tersebut interpretannya adalah sebuah first dan makna tanda tersebut masih dapat dikembangkan.
* Dicent Sign
Bilamana antara lambang itu dan intepretannya terdapat hubungan yang benar ada (merupakan secondness).
* Argument
Bilamana suatu tanda dan interpretannya mempunyai sifat yang berlaku umum (merupakan thirdness).



Peirce memperkenalkan sifat dinamisme internal dalam tanda. Interpretant yang tersamar memungkinkan ia menjelma menjadi tanda baru (rantai semiosis).

Peirce membedakan tiga konsep dasar semiotik, yaitu:
# Sintaksis mempelajari hubungan antar tanda. Hubungan ini tidak terbatas pada sistem yang sama. Contoh: teks dan gambar dalam wacana iklan merupakan dua sistem tanda yang berlainan, akan tetapi keduanya saling bekerja sama dalam membentuk keutuhan wacana iklan.
# Semantik mempelajari hubungan antara tanda, objek, dan interpretannya. Ketiganya membentuk hubungan dalam melakukan proses semiotis. Konsep semiotik ini akan digunakan untuk melihat hubungan tanda-tanda dalam iklan (dalam hal ini tanda non-bahasa) yang mendukung keutuhan wacana.
# Pragmatik mempelajari hubungan antara tanda, pemakai tanda, dan pemakaian tanda.


Ferdinand De Saussure (1857-1913)
Semiology pertama kali diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure yang berasal dari Swiss, mengajar sansekerta dan liguistik sejarah. Pendekatan Saussure tentang bahasa berbeda dari pendekatan filolog abad 19, dia mengkaji linguistik secara sinkronik, bukan diakronik. Catatan diterbitkan dalam buku oleh muridnya ”Cours de Liguistique Generale”. Saussure mendefinsikan tanda liguistik sebagai entitas dua sisi (dyad). Sisi pertama disebut penanda (signifier); Sisi kedua adalah petanda (signified).




• Penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca (spoken words, written words).
• Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa (the concept that the signifier stands for).
• Tanda liguistik (antara penanda dan petanda) bersifat arbitrer.
Konsep tantang anjing tidak harus dibangkitkan oleh penanda dalam bentuk bunyi a/n/j/i/n/g; karena bagi orang Inggris pengertian anjing diperoleh melalui kata “dog”.
• Terhubungnya sebuah penanda dan petanda hanya dapat dimungkinkan oleh bekerjanya sistem relasi atas kesepakatan (konvensi).
• Tanda dapat bekerja karena ada difference, artinya dia dapat dibedakan dengan tanda – tanda lainnya.
• Fenomena bahasa dibentuk oleh dua faktor; parole–ekspresi kebahasaan dan langue–sistem pembedaan di antara tanda–tanda. Struktur konsepsi dasar tentang langue berkaitan dengan kombinasi dan substitusi elemen–elemen bahasa (hubungan paradigmatik-sintagmatik.


Roland Barthes (1915 - 1980)
Berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu. Tulisan – tulisan pada majalah Prancis “Les Letters Nouvelles”, membahas ‘mitologi’ bulan ini. Menunjukan bagaimana aspek denotatif tanda–tanda dalam budaya pop yang menyingkap konotatif (mitos–mitos) yang dibangkitkan oleh sistem tanda yang lebih luas yang membentuk masyarakat.

Semiologi Barthes, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Salah satu wilayah penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader).
“Mitos–mitos yang menyelimuti hidup kita bekerja sedemikian halus, justru karena mereka terkesan benar – benar alami. Dibutuhkan sebuah analisis mendalam, seperti yang dilakukan oleh semiotika.”

Barthes mengulas apa yang sering disebutnya sebagai sistem pemaknaan tataran ke-dua, yang dibangun di atas sistem lain yang telah ada sebelumnya.Sistem ke-dua ini oleh Barthes disebut dengan konotatif, berbeda dari denotative atau sistem pemaknaan tataran pertama. Denotasi lebih diasosiasikan dengan ketertutupan makna. Konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai ‘mitos’ dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu.
The Rhetoric of the Image (1964)
* Pesan linguistik
* Pesan ikonik yang terkodekan >> konotasi dalam foto
* Pesan ikonik tidak terkodekan >> denotasi dalam iklan

Umberto Eco
Merupakan orang dari Italia yang mempelajari bahwa tanda dapat digunakan untuk menyatakan kebenaran sekaligus juga untuk mengatakan kebohongan. Eco ingin memusatkan perhatian pada modifikasi sistem tanda. Ia kemudian mengubah konsep tanda menjadi konsep fungsi tanda. Eco menarik kesimpulan bahwa satu tanda pertemuan bagi unsusr-unsur independen yang berasal dari dua sistem yang berbeda dua tingkat yang berbeda yaitu ungkapan dan isi, dan bertemu atas dasar ungkapan pengkodean. Tanpa kode, suara-suara atau grafis tidak memiliki arti apapun, dan dalam pengertian yang paling radikal tidak berfungsi secara linguistik.

Source:

Filsafat Bahasa (Bahasa Indonesia)

Dosen: Pak Dali S. Naga
Tanggal: Rabu, 23 Februari 2011


Sejarah Bahasa Indonesia



Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. 


Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah.

Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kelahiran Bahasa Indonesia
-Pada tanggal 28-10-1928, sumpah pemuda.
-Diangkat dari bahasa melayu (Riau).
-Dibina melalui kongres bahasa indonesia 1 thn 1938.
-Disusul melalui kongres bahasa indonesia 2 thn 1954.
-Kongres bahasa indonesia melahirkan lembaga yang dikenal dengan pusat bahasa.

Pembinaan Bahasa Indonesia
Peristiwa penting yang menyangkut kehidupan bangsa kita, baik yang menyangkut kepentingan masyarakat Indonesai masa kini maupun masa depan adalah peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Peristiwa itu selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang sejak tahun 1978 sekaligs dijadikan Hari Pemuda. Dalam peringatan itu dibacakan naskah Sumpah Pemuda 1928 yang merupakan kutipan Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia tahun 1928 sebagai berikut :

Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua : Kami putra dan putri Indonseia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional dan pada tahun 1945 secara konstitusional, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36 dikukuhkan sebagai bahasa Negara.

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
  1. Lambang kebanggaan nasional
  2. Lambang jati diri (identitas) nasional
  3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakng sosial budaya dan bahasanya
  4. Alat perhubungan antar budaya antar daerah

Perkembangan Bahasa
1. Bahasa Melayu Purba
Bahasa Melayu Purba ialah bahasa Melayu yang wujud pada zaman prasejarah. Dengan kata lain tidak ada bukti sejarah yang bertulis pada masa itu. Namun terdapat pengkaji yang mengatakan bahawa bahasa Melayu telah ada pada abad kedua Masehi yiaitu di Campa, Vietnam (Hany Judge, 1991). Untuk mengetahui keadaan dan kedudukan bahasa Melayu pada zaman purba, ahli-ahli bahasa ada yang membuat rekonstruksi bahasa berdasarkan maklumat-maklumat tentang bahasa dan dialek Melayu yang ada pada masa kini. Dengan begitu kita dapat mengandaikan sebutan asal bagi nama ini. Tetapi ini semua masih berupa dugaan.

2. Bahasa Melayu Kuno (jaman Sriwijaya, abad 4 - abad 14)
Bahasa Melayu Kuno bermula pada abad ke-4 Masehi yaitu berdasarkan penemuan sebuah prasasti berbahasa Melayu di Dong Yen Chau, di teluk Tourane, Vietnam. Setelah itu terdapat berbagai prasasti yang ditemui di beberapa banyak tempat di Asia Tenggara, terutama di Sumatera dan Jawa. Prasasti-prasasti yang ditemui kebanyakannya menggunakan tulisan-tulisan dari India, Pallava, Jawa Kuno, Kawi dan lain-lain. Di Pulau Jawa, prasasti berbahasa Melayu yang tertua berasal dari awal abad ke-7 Masehi dan ditemui di Sajamerta, sebuah tempat di pantai utara Jawa Tengah. Prasasti-prasasti lain yang ditemui di Pulau Jawa ialah di Bukateja, Dang Pu Hawang Galis'J. ManjusyrigrahaJ Sang Hyang Wintang, Gunung Sundoro Kebun Kopi (Jawa Barat) dan lain-lain.

3. Bahasa Melayu Klasik (abad 14 - abad 18)
Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13, ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuno. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Seiring dengan berkembangnya agama Islam yang dimulai dari Aceh pada abad ke-14, bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk agama Islam.  

4. Bahasa  Melayu Peralihan (abad 19). 
Bahasa Melayu abad ke-19 sering disebut sebagai bahasa Melayu zaman peralihan, yaitu peralihan dari bahasa Melayu kuno menju zaman bahasa Melayu modern, juga biasa disebut sebagai bahasa Melayu zaman pramodern. 

5. Bahasa Melayu Baru (abad 20)
Menjelang abad ke-20, kekuasaan barat di negeri-negeri Melayu semakin kuat. Tahun 1909 seluruh negeri Melayu di Malaka berada dalam penjajahan Inggris, termasuk negeri Kelantam, Kedah, Perlis, dan Terengganu sesuai perjanjian Bangkok yang berada antara Inggris dan kerajaan Siam (Thailand).

6. Bahasa Melayu Modern (Bahasa Indonesia & Bahasa Malaysia)
7. Menjadi bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928


Ragam Bahasa Melayu
  1. Melayu Riau Johor
  2. Melayu Betawi
  3. Melayu Cina
  4. Melayu Manado
  5. Melayu Maluku
  6. Melayu Balai Pustaka, Pujangga Baru, dsb.

Bahasa Melayu Kuno
Bahasa Melayu kuno pada prasasti:
  1.  Prasasti Kedukan Bukit (Palembang, 16 Juni 682)
  2.  Prasasti Talang Kuno (Palembang, 23 Maret 684)
  3.  Prasasti Kota Kapur (Bangka, 28 Februari 686)
  4.  Prasasti Krang Brahi (Jambi, tahun 692)
  5.  Prasasti Telaga batu (Palembang, abad ke - 7)
  6.  Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan, abad ke -7)
  7.  Prasasti Sojomerto (Pekalongan, abad ke -7)
  8.  Prasasti Mañjuçrighra (Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, 2 November 792M, Bahasa Melayu)
  9.  Prasasti Kayu Mwungun (Temanggung)
  10.  Prasasti Kota Kapur (Bangka Barat ,tahun 686)
  11.  Prasasti Gandasuli (Jawa Tengah, tahun 832 )
  12.  Prasasti Bogor (Bogor, tahun 942)
  13.  Prasasti Sang Hyang Wintang II
  14.  Prasasti Dampu Hawang Glis
  15.  Prasasti Lagunan atau Keping Tembaga Laguna (Manila, Filipina, 900, Bahasa Melayu)

Prasasti Talang Tuwo

Beberapa terjemahan dari isi Prasasti Talang Tuwo:
• tatkalana = tatkalanya
• vulan = bulan
• niparvuat = diperbuat
• savanakna = sebanyaknya
• nitanam = ditanam
• hanau = enau
• rumvia = rumbia
• dngan = dengan
• nimakan = dimakan
• vuahna = buahnya
• tathapi = tetapi
• haur = aur
• vuluh = buluh
• pattung = betung
• tlaga = telaga
• punyana = punyanya
• tmu = temu
• margga = marga
• sukha = suka
• niminumna = diminumnya
• vuatna = buatnya
• manghidupi = menghidupi
• prakara = perkara
• varang = barang
• vuatana = buatannya
• marvvangun = membangun
• mamava = membawa
• tlu = tiga

Terjemahan prasasti Talang Tuwo

Aksara dalam Tulisan Melayu Kuno
*Akasara B sekarang, dulu V (diantara v dan w)  

*Tidak ada lafal E (berbentuk  A atau O)  
*Awalan di-, dulu berupa ni-  
*Awalan me-, dulu berupa ma-  
*Awalan ber-, dulu berupa mar-
*Akhiran nya, dulu na
*Ada kalanya -nya-, dulu -na-

Pembakuan ejaan :

-Dulu tulisan arab atau jawi.
-Tahun 1901 digunakan ejaan van ophuijsen.
-Tahun 1947 digunakan ejaan soewandi atau ejaan republik.
-Tahun 1972 digunakan ejaan yang disempurnakan.
-Ejaan yang disempurnakan meyeragamkan ejaan di Brunei, Malaysia, Indonesia, Singapura dalam pertemuan mabbim.

Ejaan Van Ophuijsen
Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi, Sumatera Barat, kemudian menjadi profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden, Belanda. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe, van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T.W. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947. Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia.


Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
  • huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
  • huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
  • tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.
Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan diftong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.
Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi.

Bahasa Melayu terdiri dari:
1. Bahasa Melayu tinggi yaitu Balai Pustaka
2. Bahasa Melayu rendah yaitu sin po dan keng po

Ejaan yang Disempurnakan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
  • 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
  • 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
  • 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
  • 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
  • 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
  • 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
  • awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, "oe" sudah tidak digunakan.




Source:

Optimalisasi Fungsi Otak dalam Komunikasi

Dosen: Bpk. Sidharta
Tanggal: Rabu, 16 Februari 2011

Apa itu otak?
Human Brain

Otak manusia merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan. Manusia dengan berbagai sifat dan perilaku yang rumit ternyata tidak terlepas dari otak manusia yang juga kompleks.
Otak adalah pusat sistem saraf pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi, seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan Menurut Dr. David Samuels, otak manusia memiliki sedikitnya 1.000.000.000.000 buah sel syaraf (neuron individu). Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif.
Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis. 

Setiap neuron yang berjumlah 1000 milyar itu bekerja dalam sistem yang mampu mengadakan kegiatan yang sangat kompleks, seperti:
- Elektro kimia yang luas.
- Pemrosesan mikrodata yang kuat.
- Transmisi yang mulus dan lancar.



Tiap sel otak memiliki ratusan dan ribuan cabang atau tentakel yang mirip sekali dengan gurita yang berukuran mikro.Masing-masing tentakel ini berisi jamur atau spina dendrit yang mengandung ribuan zat kimia. Inilah yang membawa pesan diantara sel otak, semua informasi dalam setiap pikiran, setiap pengalaman belajar, dan setiap daya ingat yang dimiliki. Ketika kita berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia di dalam salah satu jamur, yang kemudian dengan cepat menyebrangi jarak pendek untuk memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Hal ini kemudian memicu respons elektromagnetis dari sel otak sebelahnya.

7 fungsi otak yaitu:

  1. .Bagian penerimaan
  2. Bagian pengolahan
  3. Bagian penentuan sikap
  4. Bagian perencanaan
  5. Bagian komando pelaksanaan
  6. Bagian pengontrol pelaksanaan
  7. Bagian ingatan (memori)


Hal unik tentang otak

1. Otak mengkonsumsi sebagian besar energi tubuh anda
Walaupun hanya memiliki berat sebesar 2% dari semua berat badan anda, otak membutuhkan 15% dari keluaran jantung dan 20% dari total asupan oksigen ke dalam tubuh. Lebih menarik lagi, sejumlah besar oksigen ini masih dibutuhkan ketika otak berisitirahat, dan masih belum diketahui juga jawaban atas pertanyaan, mengapa kebutuhan ini tetap ada. Untuk mensuplai kebutuhan ini, dibutuhkan 3 arteri utama, dan jika salah satu dari arteri ini macet, stroke adalah jawaban pasti! Selain energi, otak kita juga butuh tengkorak yang besar dan mewah jika dibandingkan dengan anggota badan lain.


2. Otak anda sudah tumbuh sempurna di usia 7 tahun

Perkembangan rumit dan sulit sudah tidak diragukan lagi. Otak kita sudah 95% dari ukuran penuhnya pada usia 7 tahun. Perkembangan ini mungkin menjawab pertanyaan mengapa energi yang masuk ke otak pada saat usia 2 tahun sudah membutuhkan energi sebesar otak orang dewasa. Otak pria lebih besar daripada otak wanita. Tapi, bukan berarti bahwa ada keuntungan tertentu bagi mereka yang punya otak lebih besar. Perbedaan ini muncul malah karena perkembangan tertentu di daerah tertentu. Misalnya wanita punya hippocampus yang lebih besar, yang ada kaitannya dengan bau dan ingatan, sementara pria, cenderung punya amygdala dan hypothalamus yang lebih besar.


3. Otak tidak merasa sakit
Mengapa orang bisa operasi otak tanpa dibius? Jelas banget! Otak nggak punya reseptor sakit, dan, akibatnya, nggak bisa ngerasa sakit sama sekali! Sakit kepala bukan karena adanya rangsangan terhadap reseptor sakit di otak, tapi di selaput otak, yang disebut durameter, yang dipenuhi dengan reseptor rasa sakit, dan durameter inilah yang merasakan sakit pada saat kita pusing. Oleh karena itu ada banyak banget macam sakit kepala, dan penyebabnya juga masih tidak jelas.

4. Anda menggunakan lebih dari 10% otak anda
Omongan kita hanya menggunakan 10% otak anda, sama sekali nggak benar! Berbagai teknik penjejakan otak menunjukkan bahwa sebagian besar tadi nggak terus diam saja. Berbagai aktifitas rumit yang ada akan menggunakan sebagain besar otak ini. Dengan mengamati efek trauma kepala, diperlihatkan juga bahwa tidak ada area dalam otak yang dapat menderita kerusakan tanpa adanya efek. Kerusakan sekecil apapun, efeknya akan besar, jadi dengan kata lain, sebenarnya kita menggunakan sebagian besar otak kita, dan mungkin, semuanya!

5. Sel otak beregenerasi
Hal lain yang mungkin anda tahu soal otak, dan selama seabad ini berkembang, mengatakan bahwa sel otak tidak beregenerasi. Tapi, selama satu dekade belakangan, diketahui bahwa sel otak dapat memperbaiki diri.



Otak kiri dan otak kanan


Otak memiliki dua belahan (hemisphere) yang berbeda fungsi yaitu otak kiri (left hemisphere) dimana otak mengontrol otot-otot tubuh bagian kanan dan otak kanan (right hemisphere) dimana otak mengontrol otot-otot tubuh bagian kiri. Setiap belahan otak (kiri atau kanan) mempunyai fungsi yang berbeda. 


Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, kemampuan bahasa (menulis dan membaca), rangkaian (sequence) dan matematika. Jadi belahan otak kiri berespons terhadap masukan-masukan di mana dibutuhkan kemampuan mengupas/meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging). Bagian otak ini merupakan pengendali/intelligence quotient (IQ). Daya ingat otak bagian ini juga bersifat jangka pendek. 


Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Jadi belahan otak kanan berfungsi kalau manusia menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktivitas motorik lainnya.  Bagian otak ini berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Sebenarnya kedua belahan otak kiri dan kanan sama penting dan sama kuatnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.



Kedua bagian otak bekerja secara terpisah. Kedua bagian otak ini mengkomunikasi informasi melalui corpus callosum tebal yang menghubungkan mereka. Otak kanan mengontrol otot di sisi kiri tubuh dan otak kiri mengontrol otot di sisi kanan tubuh.  Ketika Anda mengedipkan mata kanan, otak kiri Anda sedang bekerja. Karena criss-cross wiring, kerusakan di salah satu sisi otak mempengaruhi sisi tubuh yang berlawanan.

Untuk mengoptimalkan kinerja dua bagian otak, kita bisa melakukan senam otak (brain gym).  Prinsip senam ini adalah melakukan gerakan-gerakan menyimpang melewati bagian tengah atau yang disebut corpus callosum.

Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.

Teori Empat Kuadran Otak

Teori empat kuadran otak ini dikembangkan oleh Ned Herrman pada tahun 1986 dimana Ned Herrman membagi otak ke dalam empat wilayah (kuadran) berdasarkan fungsi dari setiap wilayah tersebut, yaitu:


Kuadran A: logis, analytis, faktual, kuantitatif (RATIONAL)
Kuadran B: terencana, terorganisasi, rincian, urutan (SAFEKEEPING)
Kuadran C: emosi, interpersonal, kinestetika, perasaan (FEELING)
Kuadran D: holistik, intuitif, sintetis, integratif (EXPERIMENTAL)


Hasil identifikasi posisi kuadran (Erneto Verdugo, 1999), adalah seperti di bawah ini:
  • Jika berada pada kuadran yang sama (same-quadrant: sesama A, sesama B, sesama C, atau sesama D), yang muncul adalah "Free flow..., but can be competitive and tribal."
  • Jika A dengan B, atau C dengan D (compatible-quadrant), maka yang terjadi adalah: "Supportive, reinforcing..., but sometimes leads to a false sense of understanding."
  • Jika A dengan D, atau B dengan C (contrasting-quadrant), yang muncul adalah: "Additive, synergetic..., but difference in style can be challenging."
  • Terakhir, jika A dengan C, dan B dengan D (cross-quadrant), komunikasi akan: "Complementary, but maybe confrontional... Misunderstanding can occur."
Kesimpulan
Seperti yang sudah kita ketahui, otak merupakan salah satu bagian tubuh terpenting yang mengatur hampir sebagian besar kegiatan dan cara bertindak kita. Tetapi otak yang memegang peranan penting ternyata bersifat lebih kompleks dan rumit daripada yang kita bayangkan. Dalam perkuliahan dijelaskan bahwa otak terbagi menjadi dua wilayah yang berbeda fungsi namun tetap saling menunjang satu sama lain. Kemampuan berpikir akan berkembang apabila kita juga berusaha mengoptimalkannya.

Dalam perkuliahan pada 16 Februari 2011 yang dibawakan oleh Bapak Sidharta diadakan tes untuk menguji teori empat kuadran otak pada setiap mahasiswa. Tes ini bertujuan untuk mengetahui sifat kita akan lebih dominan berada di kuadran mana. Dengan mengetahui sifat dominan kita diharapkan kita dapat mengoptimalkan dan memanfaatkan otak untuk melakukan segala aktivitas sehari-hari secara maksimal. 

Referensi: 

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates